Refleksi Akhir Tahun

Haruskah terlihat menyedihkan ?

Ketika banyak orang menaruh ekspektasi tinggi pada dirimu, namun yang bisa kamu lakukan hanya semampu mu. Itu bukan salah mu, jangan pernah salahkan dirimu karena tidak dapat menjadi cukup baik untuk mereka. Sebab Kamu terlahir dengan rangkaian ketidak sempurnaan, untuk dapat dicintai dengan cara yang sempurna.

Haruskah terlihat menyedihkan ?

Ketika banyaknya permintaan yang datang padamu, meskipun kamu ragu kamu bisa bahkan kamu tidak yakin dan kamu tetap berkata “ya”. Hey, belajarlah berkata “tidak”. Tidak, aku tidak mau melakukan ini. Tidak, aku tidak mau melakukan itu. Karena itu membuat ku tidak nyaman, karena itu membuat ku stress dan sebagainya. Atau bahkan, kamu tidak perlu menjabarkan alasan mengapa kamu tidak mau.

Haruskah terlihat menyedihkan ?

Ketika sahabat yang kamu percaya mengkhianatimu, sahabat yang kamu sayang menyakitimu dan pada akhirnya kamu menganggap semua orang sama hingga kamu menutup diri dari hal yang bernama persahabatan. Tidak, tidak semua orang seperti itu. Hanya karena seorang sahabat dimasa lalu menyakitimu belum tentu sahabat dimasa depan akan berlaku demikian. Maafakan dia.

Haruskah terlihat menyedihkan ?

Ketika kamu belum bisa lepas dari masa lalu, hingga kamu takut menghadapi masa depan. Jangan, jangan biarkan kelamnya masa lalu mengotori indahnya masa depan. Setiap orang berhak atas kebahagiaanya masing – masing, setiap orang berhak melukis masa depannya masing – masing. Kamu masih bisa mengubahnya. Berdamailah dengan dirimu, Maafkanlah dirimu yang dulu.

Haruskah terlihat menyedihkan ?

Ketika kita menyimpan rasa pada seseorang tapi tak bisa melakukan apa – apa. Aku, mungkin aku terlalu perempuan untuk bisa mengutarakan. Aku terlalu perempuan hingga aku tak tau apa yang seharusnya aku lakukan. Aku terlalu perempuan hingga usaha terbaik yang bisa aku lakukan hanya berdoa dan berbenah diri. Ya, aku terlalu perempuan kodratku adalah menunggu.

Haruskah terlihat menyedihkan ?

Ketika orang yang kamu cintai, tidak mencintaimu seperti kamu mencintainya. Kita tidak bisa memaksa orang lain untuk mencintai kita, yang bisa kita lakukan hanya mendoakan dia menemukan kebaikan dengan orang lain. Yang bisa kita lakukan hanya berdoa agar tuhan menggantikan dia dengan yang terbaik. Kita harus percaya bahwa semua ini sudah diatur oleh yang maha kuasa. Toh tulang rusuk tak mungkin tertukar kan ?

Untuk aku yang telah banyak belajar tahun ini, Haruskah terlihat menyedihkan ? harusnya sih tidak😀

lab NCC – lagi galau tugas , 24 Desember 2014  19.00 WIB.

One thought on “Refleksi Akhir Tahun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s